Showing posts with label Blablabla. Show all posts
Showing posts with label Blablabla. Show all posts

Saturday, January 1, 2011

Moenipu Awards 2010

Hai, hai, happy new year epribadi. Apa kabar semua? Semoga tetap sehat dan bahagia di hari pertama tahun 2011 ini. Khusus buat saya sendiri malah dapat bad news klo kosan naik, hiks hiks. Sutralah, drpd setres sendiri mending ayok kita bergembira. Di awal tahun ini untuk pertama kalinya saya akan mempersembahkan, jreng, jreng, jreng... "Moenipu Awards 2010". Jedeeengg... Panganan opo iku? Bukan panganan cuy, tp penghargaan tepatnya. Whot, semacam Adipura/Kalpataru itukah? ne,ne,ne... tp semacam Oscar kayak di Amrik sono itu looh. Yang jadi juri sapa? Moenipu. Penilaiannya berdasarkan apa nih? Ya pilm-pilm kesukaan Moenipu di taun 2010 dungs. Ooh, obyektif ga tuh? Moenipu tidak menjamin semua pihak akan merasa senang dengan hasilnya, tp sedapat mungkin berusaha agar tidak ada orang yg merasa terdzalimi atas hasil ini. Ok, tanpa perlu bicara panjang lebar... lets the show begins:

  • Best Korean Drama ==> Cinderella Sister
Banyak alasan kenapa saya memilih serial ini sebagai fav drama korea tahun ini, mengalahkan Personal Taste, Sungkyunkwan Scandal ataupun My Girlfriend is Gumiho. Tapi satu alasan kuatnya adalah akting Moon Geun Young. Empat jempol. Karakternya sebagai Eun Jo sangat kuat disini, dan terlihat paling menonjol. Chemistry dengan Oppa Ki Hoon (aaarrrghhh) dapet banget. Ditambah lagu OST yang dinyanyikan Yesung Super Junior berjudul It has to be you, wuiihh udah deh bisa semalaman nangis mendayu-dayu. Wkwkw, juara deh pokoknya.



  • Best Serial TV - Drama ==> Bones
Serial drama-komedi antropologi forensik ini memang menyita perhatian di setiap episodenya. Ceritanya tentang seorang dokter ahli "pertulangan" (antropolog forensic) bernama Dr. Temperance "Bones" Brennan dimana institut dia bekerja (Jeffersonian) diberi tugas untuk membantu pekerjaan FBI dalam mengidentifikasi mayat. Dia bersama dengan Special Agent FBI, Seeley Booth berusaha memecahkan kasus setiap pembunuhan hanya dengan meneliti tulang dan juga enviroment di sekitar jasad korban. Kerennya, Dr.Brennan dapat mengidentifikasi pekerjaan dan umur korban hanya dari tulangnya. Must watch.

  • Best Serial TV - Comedy ==> Glee
Terlepas dari isu homo yang akhir-akhir ini diangkat di serial ini (very annoying, people (-_-!), Glee tetap tontonan the best music comedy in this year. Sumbangan komedi terbanyak serial ini adalah dari qoutenya Brittany dan Sue Silvester yang sumpah bikin ngakak. Best episode in Season 2 so far is The Substitute and Worst episode is Britney/Brittany.

"Whether its a heart attack or heartbreak, just like on Broadway...the show must go on" - Rachel Berry.

  • Best Serial TV Soundtrack ==> The Pacific
Hans Zimmer adalah jaminan pasti suksesnya lagu soundtrack dalam sebuah film. Sudah beratus-ratus lagu yang dia ciptakan untuk mengisi film, yang rata-rata masuk box office. Salah satu film yang soundtracknya dikomposeri oleh Hans adalah The Pacific. Setiap lagu/aransemen musik di album OST The Pacific benar-benar menyentuh dan menyayat hati (lebay yah :P). Tapi jujur deh, saya pernah nangis ngejer gara-gara mendengarkan salah satu instrumen lagu berjudul "Homecoming" karena teringat keluarga di rumah...

  • Best Episode ==> Greys Anatomy - Death and All His Friends
Banyak kejutan datang silih berganti di 2 jam episode terakhir season ke-6 Greys Anatomy ini. Episode yang menceritakan seorang suami mantan pasien rumah sakit yang membalas dendam kematian istrinya. Dengan membawa pistol langsung membabat hampir sebagian besar pegawai rumah sakit. Diceritakan di season 7 awal, sebagian dokter masih mengalami trauma akibat pembunuhan di Seattle Grace ini. Kreator serial ini, Shonda Rhimes cukup cerdas untuk menghilangkan banyak karakter sekaligus dan hanya dalam satu episode. Sepertinya sutradara sinetron di Indo wajib berguru ke doi :P

  • Best Character Duo ==> Temperance "Bones" Brennan & Seeley Booth
Agak bingung memilih antara Finchel (Finn - Rachel) atau B2 (Bones - Booth) sebagai pasangan terbaik tahun 2010. Duet Finn dan Rachel yang menyanyikan "Faithfully" dan "Dont Go Breaking My Heart" memang unforgettable, tapi sepertinya pilihan jatuh ke duo antropolog dan agen FBI, Bones dan Booth. Interaksi antara Bones yang terlalu logis jalan pikirannya dan Booth yang suka slengehan inilah yang membuat saya memilih mereka. Bones mengajari Booth untuk menggunakan otak, sedang Booth mengajari Bones bagaimana cara menggunakan hati.

Yak, itu tadi pemenang Moenipu Awards 2010. Seperti yang sudah kubilang di awal kalau penilaiannya dari diri pribadi saya sendiri. Hehe, jadi mohon mangap klo ada yang ga setuju. Its just for have fun. Untuk mengalihkan isu naiknya biaya kosan dari pikiran saya :(

Sunday, July 26, 2009

I'm Back...

Selamat tinggal masa-masa hiatus. Say bye, bye... Its has been long, long time ago saya menulis. Saya sendiri kurang begitu sadar kenapa saya bisa begitu lamaaa tidak menulis di blog ini. Kekurangan cerita? Nope. Malas? Mmmm, little. Busy? Iya. Sebenarnya apa yang ingin saya tulis sudah berteriak-teriak di rongga kepala saya, membuncah ingin keluar. Banyak. Banyak sekali cerita. Masa-masa, yang seperti Meredith Grey bilang, dark and twisty, beberapa bulan yang lalu. Atau masa-masa saya yang begitu ingin sekali membagi kebahagian yang saya punya saat itu. Hidup pastinya ibarat roda, kadang kita di bawah kadang di atas. Terus berputar dan berputar, tapi jangan sampai terperosok lubang.

Bisa dibilang klimaks saya ingin menulis lagi di blog sekitar bulan April lalu. Rasanya saat itu adalah bulan paling kelam di sepanjang hidup saya sampai sekarang. Saya ingin sekali menulis, ingin sekali. Terlalu sakit saat itu membiarkan hati ini merasakan semuanya sendiri. Saya ingin pelampiasan. Tapi entahlah, seiring waktu niat itu menguap seperti udara. Hilang. Yang ada saya tetap simpan sendiri rasa sakit itu. Saya mengadu kepada Sang Pemilik Hati dan Raga saya. Dan akhirnya saya menyadari satu hal, bahwa ada kalanya saya harus disadarkan. Kalau ibarat anak kecil, saya ini sudah terlalu jauh bermain. Saya sudah hampir hilang dan nyaris tidak tahu jalan pulang. Untungnya saya disadarkan kemana kaki ini harus melangkah pulang. Pulang kembali ke rumah. Pulang ke pangkuan ibu lagi. Dan memang seperti itulah hidup, rasa keingintahuan yang besar seringkali membuat kita terlalu jauh melangkah dan lupa jalan pulang. Saya masih bersyukur akhirnya bisa pulang.

Hari ini juga ada salah seorang sahabat yang pulang ke tempat dimana dia seharusnya harus pulang. Agak memulekkan kalimatnya. Hhmmm whateverlah, yang penting maksudnya nyampe. Oke, kembali lagi ke sahabat saya yang tadi. Bisa dibilang dia itu sosok yang kompleks, bagi saya dia adalah teman, adik, sahabat, partner main sinetron, rival gulat, anak tapi kadang bisa juga jadi seorang ibu dalam versi bawel. Saya tahu sejak STM sebenarnya, hanya mulai kenal dekat sejak saya pindah ke kosan baru akhir tahun lalu. Kami satu kosan. Anaknya lucu, baek, suka ngalah, dewasa, kadang bawel dan suka ngambek. Singkatnya, i like the way she is. Sahabat saya ini pergi dari kota hutan beton ini pulang kembali ke Jawa Timur menyusul suaminya. Selamat jalan Ida, baik-baiklah disana. Keputusanmu sudah tepat, di sisi suamimulah tempat terbaik kamu memang harusnya berada. Walaupun ibukota ini sudah memberimu banyak hal, tapi pada akhirnya ada saat dimana kamu harus pulang. Saya sendiri tidak tahu kapan saya pulang. Ada saatnya pasti, hanya masih belum tahu kapan.

Tepat seminggu yang lalu, sahabat saya yang lain bertunangan. Agak telat kalau saya bilang dia baru bertunangan, karena dia sudah 7 tahun menjalin hubungan. Ya, 7 tahun. Jika di pernikahan tahun ketujuh itu saatnya mengantar anak masuk SD. Dan mungkin bisa jadi merencanakan kelahiran anak ketiga :D Tapi saya tetap bersyukur, sahabat saya sudah berani melangkah lebih maju daripada tahun-tahun panjang sebelumnya. Doa saya, semoga segera menyusun rencana menikah. Dan saya bisa menyusul, amiiinnn *wishing and hoping* :D


Saturday, March 21, 2009

weekend = migrain

Bad weekend. Udah 2 hari ini saya kena migrain, parah. Terhitung dari Jumat pagi kemaren, bangun tidur rasanya ada pemberat di bagian sebelah kepala. Sebenernya ada niat ga masuk, tapi diurungkan karena harus ikut miting sama customer Ind**at di BDN. Akhirnya terpaksa berangkat ngantor jugak. Sepanjang jalan rasanya pengin jatuh aja ini kepala dari tempatnya.

Fortunately, menjelang siang mitingnya selesai. Terselamatkan hari itu hari Jumat. Jadi pada mau berangkat Jumatan. Tapi yah teteup dapat PR. Harus capture traffic 3G yang udah lewat network ME. Manual via CLI sampe nanti hari Selasa, karena server NMS masih ada trouble. Good, what a day... Sebenarnya capture ga harus manual bisa pake scheduler gitu, but mesti pake script dan kita belum pernah nge-lab. Selesaikah? Belum. Karena selasa sore minggu depan data traffic harus udah di-convert ke graphic buat dipresentasikan ke mbahureksonya Ind**at. Ngik, ngik, ngik (backsound suara biola)...

Mau tak mau, saya terpaksa baca lagi buku tentang QoS yang segedhe gabon bisa buat ganjelan pintu. Padahal kepala udah pengin copot aja. Beruntung, ada Luthfi. Oh, how lucky I'm have a partner like u. Bener - bener ini bocah, abis Jumatan dan beliin aku makan siang dia langsung nge-lab. Tepat adzan ashar saya bangun, pm Luthfi nanyain gimana hasil nge-labnya. Bantu2 dikit, bantu ngerecokin huehuehehe. Dan alhamdulillah scriptnya jalan, yihuiii... Langsung deh saya bergegas ambil wudhu, sholat dan bersiap pulang. Loh.

Jumat malam setelah magrib saya habiskan dengan tidur, tidur dan tidur. Jam setengah sembilan sempat terbangun, dengan kepala tetep migrain. Ibu2 dukun sempet maen ke kamar nawarin makan malam dan obat. Tapi sayangnya ga ada yang nawarin duit. Wkwkwk... (Thanks all for your kind attention). Habis minum paracetamol dari Ida dan makan bubur saya berusaha memejamkan mata dan tidur tenang malam itu.

Esok paginya saya pikir sudah hilang migrainnya. Salah besar. Sampe terheran-heran sendiri, belum pernah saya sakit kepala se-lama ini. Setelah mandi dan keramas agak lumayan hilang sakitnya. Saya habiskan waktu sepanjang hari di kasur, ditemani Ory yang datang ke kosan siang harinya. Dapat service pijet gratis dari dia, yang membuat saya tidur siang dengan pulasnya. Jam empat bangun dari bobok siang, alhamdulillah sudah agak mendingan. Bersyukur kepala masih ada pada tempatnya. Sholat ashar, terus nge-pet Society disambi buka berita2 artis Korea dan blog-nya Christian Sugiono. Nice blog. Saya suka banget dengan tulisannya. Yang akhirnya menginspirasi saya buat posting blog. Huehuehehe. Dengan migrain masih terasa di kepala, saya bulatkan tekad nulis juga. Dan.. ini hasilnya :D

PS: Ini nulis tercepat sepanjang posting blog. Very good achieve, wkwkwk...




Monday, March 9, 2009

New Vision

Dapat protes dari salah satu pembaca blog (mbak bumil-red) klo jarang posting. Sekalinya posting langsung serius bahasannya. Hwehehe...yah mohon dimangapkan sajah. Kalau dibilang sekarang tambah dewasa, mmm enggak jugak. Cuma kalau agak serius mungkin kebetulan pada saat itu otaknya lagi 'beres' dan ga konslet :d

Hari ini, kalau saya sedang berada di kampung mungkin kami sekeluarga sedang memperingati Maulud Nabi. Biasanya saat Mauludan masing - masing keluarga membawa nasi ke masjid dan dikumpulkan, kemudian memanjatkan doa dan nasi dibagikan lalu dimakan ramai - ramai. Sayangnya saya tidak di kampung sekarang, saya sedang berada jauh bermil - mil dari kota kelahiran saya. Suasana Mauludan?? jangan ditanya, ga ada. Sepi mampring... Hari ini akhirnya saya putuskan pergi cari angin bersama teman kosan, Shirley aka Idaonly. Setelah hari minggu kemaren hampir mati kebosanan di kamar kosan seharian. Gedebukan, guling sana, guling sini ga jelas mirip lumba - lumba kekurangan oksigen. Saya dan Ida ke Ambassador. Niatnya saya mau cari softlens. Bukannya ga puas dengan kacamata yang sekarang, cuma lagi pengin aja nglepas atribut yang sudah melekat di mata sejak bertahun-tahun silam. Pengin sesuatu yang baru, yang fresh geto. Akhirnya dapat juga di toko optik langganan Ida. Lumayan dapat diskon dari ibu-yang-punya-toko include cairan pembersihnya juga. Cihuy... Pertama pengin softlens warna biru biar mirip wong bule, tapi kok setelah kupikir-pikir sambil ngupil kayaknya ga match ma warna kulitku yang item merona ini. Yowes ga jadi. Tertarik juga pengin softlens Sharingan kayak di Naruto, warna merah dengan tiga titik di tengahnya. But, i realize orang bakal ngira saya jin botol yang lagi bosen dan iseng ngecengin cowok di mall. Saya batalkan lagi niat busuk saya. Finally , warna softlens-nya bening. Wis ga pake kakehan protes. Setelah dapat barang teng printil lainnya, pulanglah dua makhluk Tuhan yang paling sexy ini ke kosan. Tapi hujan lebat di luar, kayaknya alam ga redho kita pulang ke kosan dengan perut kosong. Akhirnya mampir ke DD buat ngganjel bagian sebelah perut yang kosong dengan donut, sambil nunggu hujan reda. Setelah kenyang langsung ngacir pulang ke kosan.

Baru juga meluruskan kaki leyeh-leyeh, lhadalah shelila ngajak nonton dvd. Yowes diiyani. Kami nonton film Korea yang masih anget baru dibeli dr Ambass tadi, My Wife Got Married. Filmnya ga usah diceritain panjang lebar disini, wes asli film sinting ediyan ora nggenah ga keruan. Hihihi... Tentang poliandri, satu cewek nikah ma dua cowok. Asli pemeran ceweknya tuh betingkah banget, saya saja yang sesama cewek sampe gemes pengin napuk apalagi klo yang nonton cowok paling sego sepincuk wis metu. Hwehehe. Tapi salut buat aktingnya Son Ye Jin yang jadi pemeran utamanya disini. Meski agak risih lihat dia jadi cewek penggoda dan sensual habis, tapi cukup pantaslah dia dapat penghargaan Aktris Terbaik di Baeksang Awards baru - baru ini gara2 nih film.

Setelah otak ikut ga beres gara2 nonton film parah ga beres, saya dan Idaonly memutuskan buat makan (lagi). Sambil nunggu pesenan lalapan datang, kita ngadain acara soft launching softlens. Hehehe. Ida juga sempat kasih tips buat ngrawat softlens yang emang ringkih dan sensitif. Eng, ing, eng, ternyata masang softlens ke my soca (mata-red), jauh lebih sulit dibandingin dengan mengeluarkan Idaonly dari botol. Sumpah, serius ini sulitnya minta ampun. Sampe keringat mengucur deras, nafas turun naik, jantung berdegup kencang, dan mata berkunang-kunang. Lha kok ndak mau masuk-masuk juga. Akhirnya Ida turun tangan, lewat tangan ajaib dan super lemu lembut lemah gemulainya akhirnya mau masuk juga tuh softlens ke mata. Kriyip - kriyip bentar, rasanya agak aneh ada yang ngganjel gitu. Wkwkwkw, maklum ancen wong ndeso. Seketika saya melihat ke sekeliling kamar dikelilingi cahaya gemintang, so bright dan terang benderang. Oke,oke memang agak lebay sih deskripsinya tapi bener rasanya seperti mata saya sudah ga minus lagi. Just hope it will help me to have a good vision in the next days. Semoga ga ada masalah waktu saya pakai besok. Karena besok jadwal saya full, dari ngantor lanjut ngampus sampai malam. Habislah saya klo ada apa-apa dengan softlens ini, ibarat si Buta tanpa Kliwon tongkat. Sebelum tidur pasang reminder biar ga lupa bawa cairannya besok, buat mbasahi lensa. Huahemm, tidur dulu ah asli tenaga fisik dan mental saya terkuras habis hanya buat masang itu softlens *sigh*.

*zzzzz...zzzz...zzzz*


Saturday, January 10, 2009

Yang (masih) tersisa dari Liburan

Oke, pertama – tama perkenankan saya minta maaf dulu kepada blog saya yang sudah saya mangkrakkan dan biarkan begitu saja selama berminggu – minggu. Hehe... Coretan saya di bawah mungkin sudah out of date, karena saya mau bercerita tentang kegiatan saat liburan akhir tahun kemaren. Hanya sekedar menjaga eksistensi blog saya dan karena saya memang sedang ingin menulis tapi tidak ada yang bisa diceritakan akhir – akhir ini *oh, poor girl*.

Lets the story begin...
Kira – kira pertengahan desember lalu ibu – ibu dukun sudah merencanakan ingin menghabiskan liburan natal dan tahun baru dengan backpacking ke Jawa Barat. Rencana semula ingin ke Bandung atau Sukabumi dan sekitarnya. Tapi apa daya, rencana tinggal rencana. Dibatalkan karena satu dan lain sebab. Itulah kadang saya tak terlalu menyukai bepergian yang direncanakan. Entahlah, karena dari pengalaman saya terkadang bepergian atau liburan yang direncanakan banyak gagalnya. Tetapi kalau tidak direncanakan dan mendadak malah sering jadinya. Yah, walaupun tidak dalam semua kasus sih. Oiyah, alasan saya sendiri kenapa tidak bisa backpacking karena orang tua saya datang berkunjung ke Jakarta. Tidak mungkin saya bersenang – senang di hamparan pantai Ujunggenteng bersama para penyu, tetapi pada saat bersamaan orang tua saya kesasar kesana kemari di jalanan Jakarta. I can’t imagine that...

Saya langsung resume saja yah kegiatan saya bersama kedua orang tua saya. Kami sempat jalan – jalan ke Monas (yups, sodara2... Monas aka Monumen Nasional). Saya yang hampir tiap hari liat Monas pertamanya agak kurang setuju kenapa harus jalan – jalan kesana. Tapi akhirnya saya mafhum, kalau bagi orang yang tinggal di luar Jakarta, Monas bukan sekedar monumen pajangan di tengah kota tapi lebih kepada objek wisata. Objek wisata dengan sisi historical bangsa, bahwa monumen itu telah menjadi saksi bisu perjuangan bangsa Indonesia meraih kemerdekaan dan pengakuan bangsa lain. Lha dalah, jadi ngomong sejarah. Hehehe, maap maap... Kami ke Monas dari pagi hingga siang. Alhamdulillah setelah mengantri hampir 3 jam dengan penuh kesabaran dan betis membesar akhirnya berhasil naik ke puncak Monas. I love the view from the top. Sempat juga mengunjungi museum di bagian bawah tanah Monas. Perjalanan dilanjutkan dengan shopping di Tanah Abang. Ada kejadian lucu waktu kami naik bajaj dari Monas ke Tanah Abang. Seperti yang sudah digariskan sedari dulu (walau tak tercantum di kitab suci agama manapun) kalau bajaj tuh jalannya pasti sembarangan, ngawur tanpa tedeng aling – aling. Hanya si sopir dan Tuhan saja yang tahu tuh bajaj mo belok kemana. Sepanjang jalan ibu sholawatan terus liat aksi si sopir mengemudikan bajajnya. Dari ekspresi beliau waktu turun, saya yakin kenangan naik bajaj akan selalu membekas dan menjadi rasa traumatik di sepanjang sisa hidupnya. Dan saya juga yakin itu adalah pengalaman naik bajaj pertama sekaligus terakhirnya. Maafkan anakmu ini bu, anak macam apa pula aku ini yang sudah memaksa ibu naik bajaj tidak tahu diri itu *xixixi*. Sampai di Tanah Abang bapak ga ikut masuk dan nunggu di depan. Saya dan ibu yang masuk ke dalam belanja. Setelah dapat beberapa barang belanjaan pulang ke kosan deh. Naik bajaj? No way. Taksilah... Malam harinya kami menghadiri acara resepsi pernikahan Mas Wawan, tetangga di kampung sekaligus kakak tingkat Moklet. Sebenarnya tujuan utama bapak ibu ke Jakarta bukan untuk bertemu saya, tetapi menjadi rombongan besan yang menghadiri akad nikah dan resepsi nikahan ini. Besok paginya rombongan sudah berangkat pulang ke kampung. Sedihnya, cuma dua hari saja temu kangen ma bapak ibu. Hiks,hiks...

Tapi yang lebih tragis lagi, setelah ditinggal orang tua kembali ke kampung liburan masih amat sangat panjang. Sepanjang hari saya habiskan dengan bertanya – tanya apa yang bisa saya lakukan untuk mengisi liburan. Akhirnya saya dan temen kosan, Shirley (bukan nama sebenarnya) hunting DVD. Daripada bengong melompong, ketap – ketip ga jelas mending nonton, itulah pikiran saya sesaat sebelum memutuskan buat belanja DVD di Ambass. Hasilnya? Hampir 100rb dihabisin buat beli DVD dari film Korea sampe Barat. Tapi ini belum apa – apa dibandingin cerita adik kelas SMK yang liburan kemaren juga maen ke Jakarta dan belanja DVD ngabisin duit hampir setengah juta. Yak, duit pemirsa bukan kertas apalagi daun. Sempat curiga juga nih anak mau koleksi atau nyambi pengedar yah. Hwehehe...
Ini list film yang saya tonton sepanjang liburan akhir tahun dan lanjut awal tahun kemaren, sebagian ada juga yang hasil ngrampok minjem dari Shelila dan Shirley*hihihi*, yuuk mari : The Accidental Husband, The Journey to the Center of the Earth, My Best Friend's Girl, Seducing Mr. Perfect, Who Are You?, Bad Love (unfinished), dan Soulmate (unfinished). Yang masih ngantri belum ditonton juga masih banyak : Baby and Me, The Good The Bad The Weird, Madagascar 2, The Other Boleyn Girl, dll. Fiuuuh, PR masih numpuk ternyata *hehehe*

Resume tentang new year’s eve... sebenarnya saya dan Shirley ingin maenan air dan liat kembang api ke HI atau Monas. Maklum masa kecil kurang bahagia. Haha... Tapi dicancel dengan pertimbangan lalu lintas yang pasti macet. Akhirnya, cuma satu pilihan terakhir menghabiskan malam tahun baru : nonton DVD. Hohoho. Eh ternyata sore harinya malah dapat ajakan dari salah satu temen kuliah buat ngumpul – ngumpul. Setelah makan malam langsung tancap gas ke Bonsir ketemu temen – temen disana. Dan seperti yang sudah saya terawang eh prediksikan sebelumnya, jalanan muuuaaacet, cet, cet... Agak sedikit menyesal karena keluar juga malam itu. Kalau bukan pertimbangan kumpul dengan teman kuliah, saya ga bakalan sudi keluar pas malam tahun baru. Big no, no deh. Bukan apa – apa, lawong di kampung saya saja bisa macet kok lalu lintas pas tahun baru. Apalagi Jakarta yang setiap harinya macet. Malam itu temen – temen ngajak ke Monas, yasudah saya amini juga. Kami jalan kaki dari Bonsir ke Monas. Sepanjang malam kegiatannya : jalan – foto-foto – ngobrol – liat kembang api. Menurut saya, momen ngobrolnya itu yang tidak ternilai harganya dan demi ini saya rela membelah lautan manusia (halah, bosomu :))). Waktu kumpul – kumpul jaraaang sekali, sibuk inilah sibuk itulah. Memang ada email dan YM tapi ga krese gitu. Ga nampol kalau ga ngobrol pake senam mulut. Hehehe... Malam tahun baru itu diakhiri dengan makan – makan di Sabang. Thanks buat Eko yang sudah merogok kocek buat bayarin kita makan. Maklum dia ditodong karena malam itu perayaan pas satu tahun dia tinggal di Jakarta. Ga penting banget yah. Tapi demi sesuap nasi gratis apapun rela saja dirayain. Gyahaha...

Dan satu lagi cerita untuk mengakhiri postingan kali ini. Saya sedang jatuh cinta sekarang. Siapa pria yang tidak beruntung itu? Yoon Kye Sang namanya, xixixi... Gara – garanya nonton serial Korea “Who Are You?” waktu liburan kemaren. Suka banget liat ahjussi yang satu ini, keren dan seger banged dah. Memang kalau dibandingin Daniel Henney kalah jauh cakepnya, tapi aura dan tatapannya itu loh. Ga tau kenapa bisa melelehkan hatiku. Huwekkss... hahaha.

Yoon Kye Sang & saya, haha ngarep ;P

Next time saya ingin sekali bercerita tentang Korea. Saya memang menyukai Korea. Menyukai film dan artisnya, menyukai budayanya, dan pastinya menyukai keindahan alamnya yang sering ada di film – film.Tentu saja dengan mengesampingkan terlebih dahulu kenyataan bahwa di Korea operasi plastik adalah hal lumrah dan Korea adalah salah satu negara dengan tingkat murtad-isasi terbesar di dunia. Hhmm. Suatu saat, ya suatu saat kalau saya ada waktu untuk posting, saya ingin bercerita kenapa saya bisa menyukai Korea. (ga janji tapi yah, hihi).

Sekian saya melaporkan, wassalam.

Sunday, November 23, 2008

My first bla,bla,bla...

Hai semuanya…


Selamat datang di moenipu’s blog ;))


Agak nervous nih, hehe dimaklumi saja yah. Setelah 22 tahun menghirup udara dan makan nasi, baru pertama kali ini maen mainan yang bernama blog. Nah loh, hidup dimana aja loe!!! Taunya cuma dakon, bekel ma engklek aja sih, xixixi. Kalah telak ma anak kroco2 yang udah pada mahir nge-blog semua T_T . Tapi mengambil kata orang bijak, lebih baik terlambat daripada enggak sama sekali. Kata – kata itulah yg slalu inspired me, klo saya harus bikin blog sebelum tambah banyak orang yang nanya, “kamu punya blog gak??”. Dan yang ada biasanya saya cuma mringis kuda ;D. What a su*k question. *sigh*


Sebenarnya, bidang tulis menulis bukan hal baru buat saya. Wait, jangan dulu menilai saya seorang sastrawan. Saya bukan pujangga, novelis, cerpenis, panelis, borjuis, atopun is – is lainnya. Saya cuma orang yang bersyukur sudah mengenyam pendidikan dasar 9 tahun sampai lanjut sekolah kejuruan dan lulus Diploma. Nah, that’s why I say, menulis bukan hal baru buat saya. Lawong selama kurang lebih 15 tahun dicekoki abjad A sampe Z saban harinya. Menulis emang bukan hal baru, tapi blogger adalah sesuatu yang baru akan saya lakoni. Klo mengambil istilah kerennya tuh “newbie”.


Ada dua alasan kenapa saya bikin blog, pertama adalah memenuhi panggilan hati. Hhmm... begini, hati saya sering menjerit ga karu – karuan klo liat teman seumuran bahkan di bawah saya dengan bangganya posting di blog mereka, apalagi klo liatnya pas mereka nginjek – nginjek pantat dan kaki saya *stop, jgn mbayangin yg jauh2*. Saya berpikir, kok saya masih stagnan dan konvensional yah, belum pernah sharing apa yang saya tulis, apa yang saya rasakan, apa yang saya alami dan apa yang saya yakini. Dan saya tersadar, maybe one day apa yang saya tulis bisa jadi reminder bagi saya, bisa memberi inspirasi baru kalo saya lagi stuck. Untuk sementara ga usah neko – neko dululah menulis untuk memotivasi atau memberi inspirasi bagi khalayak ramai, cukup untuk dibaca tanpa perlu dipahami, ditelaah atau bahkan diteliti lebih lanjut. Just simple, isn’t it??


Then, second reason kenapa saya bikin blog. Ada salah seorang teman yang mendorong saya bikin blog, secara ga langsung sih. Sebutlah shelila (bukan nama sebenarnya), dialah yang mengenalkan saya blog dan segala tetek bengeknya. Tuh anak secara diam – diam nyekoki saya alamat blognya, and then... disinilah saya sebagai silent reader blognya *yaakss*. Akhir yang tragiskah?? Belum, masih belum berakhir. Dan, eng, ing, eng... akhirnya saya latah bikin blog juga. Supaya saya bisa naik pangkat dari silent reader temen saya menjadi pengisi setia shoutbox dan comment-nya. Dan imbasnya, mereka juga isi comment dan shoutbox blog saya deh, hehe. Cita – cita yang sungguh mulia bukan ??!! *TERHARU*


Terakhir, ijinkan saya mengucapkan dengan penuh kebanggaan pada diri saya sendiri ataupun orang yang menghabiskan waktu pentingnya untuk membaca postingan pertama saya yang sia – sia, “Ini adalah blog punya moenipu...”.


*nyruput Nyu Grin Ti*